Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Karier Mentereng Kolonel Inf Nur Wahyudi, Dansat 81 Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT Ke-79 RI di IKN

Salman Mardira , Jurnalis-Selasa, 20 Agustus 2024 |17:01 WIB
Karier Mentereng Kolonel Inf Nur Wahyudi, Dansat 81 Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT Ke-79 RI di IKN
Kolonel Inf Nur Wahyudi saat menjadi komandan upacara HUT ke-79 RI di IKN
A
A
A

JAKARTA - Mengulik karier mentereng Kolonel Inf Nur Wahyudi. Komandan Satuan (Dansat)-81 Kopassus TNI Angkatan Darat ini jadi komandan upacara memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Sabtu 17 Agustus 2024.

Upacara HUT RI untuk pertama kali digelar di IKN. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara, sedangkan Kepala Dinas Operasi Lanud Suryadarma Kolonel Penerbang Lucky Indrawan didapuk sebagai cadangan komandan upacara.

Karie mentereng Kolonel Inf Nur Wahyudi :

Nur Wahyudi sejak Maret 2024 menjabat Dansat-81 Kopassus. Satuan 81 merupakan unit khusus antiteror milik Kopassus yang berisi prajurit-prajurit pilihan.

Nur Wahyudi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2001 yang mengawali karier di kesatuan infanteri Kopassus. Perwira menengah TNI AD ini pernah menduduki jabatan mentereng selama jadi prajurit baret mereh.

Nur Wahyudi pernah bertugas di Grup 1 Kopassus Serang selama dua tahun kemudian mendapat pendidikan antiteror. Pada 2012, Wahyudi ditugaskan di Grup 3 Sandhi Yudha, satuan Kopassus dengan spesifikasi ahli perang rahasia dan intelijen.

 

Setelah mendapatkan pendidikan di Bandung pada 2015, Wahyudi kemudian dikembalikan lagi ke Grup 1 Kopassus Serang.

Wahyudi yang jago menembak pernah bergabung dalam Satgas Unifil Lebanon yang bertugas menjaga perdamaian di bawah Perseritakan Bangsa-Bangsa (PBB).

Nur Wahyudi pernah juga dipercaya jadi Komandan Batalyon (Danyon) 12 Grup 1 Kopassus Serang. Wahyudi juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0603/Lebak. 

Wahyudi juga merupakan suami dari Juliana Moechtar, mantan istri mendiang Herman Seventeen yang meninggal dunia dalam tsunami menerjang pesisir Banten pada akhir 2018.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement