Doni mengungkapkan, bahwa akar dari rendahnya kualitas pendidikan terletak pada lemahnya integritas moral para pejabat publik. Selain itu, infrastruktur yang ada juga belum memadai untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan di Indonesia.
"Ini memprihatinkan, orang sebaik apapun, kalau masuk struktur pendidikan kita, akan tergoda untuk melakukan korupsi hingga bisa sekali tertangkap KPK. Dampaknya pendidikan tidak akan maju,” ujarnya.
Doni menekankan perlunya individu dengan integritas tinggi yang mampu mengubah struktur pendidikan. Penguatan integritas individu akan memberikan dampak positif pada transformasi pendidikan dan tata kelola yang lebih baik.
Sementara Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono mengungkapkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar. Selain itu, juga menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam pendidikan.
"Perlu diperhatikan bahwa setiap pendidikan selalu ada tujuannya. Di Indonesia, tujuannya adalah untuk menjadikan manusia Indonesia yang utuh dan menyeluruh agar mereka sadar sebagai warga negara, warga dunia, dan penyelenggara negara,” katanya.
Hariyono juga mengkritisi sistem pendidikan yang saat ini lebih fokus pada pencapaian formalitas daripada menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan memperhatikan kualitas serta moralitas.