Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Pertamax Oplosan, Kejagung Diminta Masukkan Nilai Kerugian Masyarakat

Rico Afrido S , Jurnalis-Senin, 03 Maret 2025 |23:05 WIB
Kasus Pertamax Oplosan, Kejagung Diminta Masukkan Nilai Kerugian Masyarakat
Kejagung (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Masyarakat yang dirugikan, kata Saleh, harus mendapat hak hukum dalam mengajukan gugatan terhadap para tersangka.  “Baik melalui class action maupun citizen lawsuit guna memperkuat aspek keadilan bagi masyarakat korban,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda mengungkapkan, bahwa dari hasil penghitungan yang dilakukan lembaganya, kerugian masyarakat atau konsumen mencapai Rp47 miliar per hari. Pihaknya menghitung selisih harga antara BBM RON 90 dan RON 92 sepanjang periode pengusutan perkara pada 2018 sampai 2023.

“Hingga saat ini, kejaksaan hanya fokus pada kerugian negara. Tetapi tidak menghitung berapa kerugian masyarakat sebagai konsumen. Bahwa terdapat kerugian konsumen atau consumer loss yang ditimbulkan akibat adanya kasus Pertamax oplosan,” tuturnya.

“Kerugian ini ditimbulkan akibat masyarakat membayar lebih mahal atas barang dengan kualitas RON 90. Padahal, membayar dengan harga kualitas RON 92,” imbuhnya.

Celios juga menghitung kalau merujuk pada penjelasan kejaksaan terkait rentang periode perkara tersebut, maka kerugian materil yang dialami masyarakat mencapai Rp17,4 triliun per tahun. Sementara dampak dari hilangnya produk domestik bruto (PDB) Rp13,4 triliun akibat dana masyarakat yang seharusnya bisa dibelanjakan untuk keperluan lain.

“Tapi justru digunakan untuk menambah selisih harga Pertamax oplosan,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement