Ia mengaku, belum memiliki informasi yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan kepastian kepada publik.
"Itu belum tahu. Saya nggak bisa menjawab sesuatu yang saya sendiri belum melihat, mendapatkan data resmi, dan itu saya perlu investigasi dari aparat penegak hukum yang ada di sana. Kami nggak bisa menjawabnya dulu sekarang," pungkasnya.
Sekadar informasi, kayu gelondongan terlihat turut terseret aliran banjir di Sumut. Kayu gelondongan itu mengalir kencang mengikuti arus banjir.
Hal itu diketahui dari sebuah unggahan video di media sosial. Video itu diduga berasal di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumut. Warganet pun mengaitkan kayu gelondongan itu dengan kegiatan aktivitas illegal logging.
(Awaludin)