Sementara itu, untuk jumlah kendaraan yang masuk Jakarta pada periode yang sama, Agus menyebut terjadi kenaikan sebesar 8,01% jika dibandingkan dengan LHRN. Namun, bila dibandingkan dengan periode 2024/2025, angka tersebut justru turun 0,36%.
“Total kendaraan masuk Jakarta sebanyak 2.472.184 unit, naik 8,01 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.288.928 kendaraan. Namun, dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.481.075 kendaraan, turun 0,36 persen,” ungkapnya.
Menurut Agus, data tersebut menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan baik keluar maupun masuk Jakarta jika dibandingkan dengan kondisi normal. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Meskipun demikian, peningkatan volume tersebut tidak berdampak signifikan terhadap gangguan arus lalu lintas berkat kesiapsiagaan petugas serta optimalnya langkah-langkah manajemen dan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.