Maduro membantah semua tuduhan ketika dibawa ke hadapan hakim AS pada Senin, dan menyebut dirinya sebagai “tawanan perang.” Menteri Luar Negeri Yvan Gil mengatakan AS telah melancarkan “perang kolonial” untuk menjarah sumber daya alam Venezuela. “Hari ini, itu Venezuela. Besok bisa jadi negara lain yang memutuskan untuk menjalankan kedaulatannya,” tambahnya.
Moskow dan Beijing juga mengutuk serangan AS tersebut, dengan utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebutnya sebagai “perampokan internasional.”
(Rahman Asmardika)