JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas, telah menyiapkan contingency plan atau rencana darurat untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela.
Langkah tersebut dilakukan meski kondisi keamanan di negara tersebut dilaporkan berangsur kondusif pascapenangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Delta Force Amerika Serikat (AS).
"Saat ini memang belum ada rencana evakuasi karena kami masih melihat kondisi dan situasi yang menurut KBRI Caracas sudah berangsur stabil dan kembali normal. Semoga kondisi ini terus kondusif," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
“Namun demikian, KBRI Caracas sudah memiliki contingency plan yang dapat dilaksanakan kapan saja jika diperlukan,” sambungnya.
Rencana evakuasi darurat tersebut akan diberlakukan apabila eskalasi konflik di Venezuela meningkat atau status keamanan dinaikkan menjadi siaga tiga. Evakuasi melalui jalur darat atau laut akan menjadi prioritas apabila status keamanan meningkat hingga siaga satu.
“Jika status sudah naik ke siaga satu, maka evakuasi akan dilakukan. Dalam contingency plan tersebut sudah ada skema penanganan WNI, termasuk opsi evakuasi melalui jalur darat maupun laut,” jelas Heni.
Berdasarkan catatan KBRI Caracas, saat ini terdapat 37 WNI yang berada di Venezuela.
“Berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, seluruh 37 WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat,” kata Heni.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 WNI merupakan staf beserta anggota keluarga KBRI Caracas. Sementara empat orang lainnya adalah WNI yang menetap di Venezuela karena menikah dan bekerja di negara tersebut.
(Awaludin)