Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siklon Tropis Jenna di Barat Daya Banten, BMKG Waspadai Gelombang hingga 6 Meter

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2026 |09:36 WIB
Siklon Tropis Jenna di Barat Daya Banten, BMKG Waspadai Gelombang hingga 6 Meter
Gelombang tinggi (Foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang berlaku pada 8–11 Januari 2026.

BMKG mengungkapkan, Siklon Tropis Jenna yang berada di Samudra Hindia barat daya Banten pada koordinat 18,0° Lintang Selatan dan 92,4° Bujur Timur memicu peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang di perairan Indonesia.

“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara,” tulis BMKG, Kamis (8/1/2026).

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah wilayah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian selatan, serta Laut Jawa bagian barat.

 

Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafura bagian utara dan barat, Selat Makassar bagian selatan dan utara, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5–4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Selat Karimata bagian utara, serta Laut Arafura bagian tengah dan timur.

Adapun gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4,0–6,0 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, diimbau meningkatkan kewaspadaan.

BMKG merinci risiko pelayaran antara lain bagi perahu nelayan saat kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang pada angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, kapal ferry pada angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar pada angin lebih dari 27 knot dan gelombang di atas 4,0 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” imbau BMKG.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement