Jembatan tersebut telah diuji coba dan dilalui kendaraan masyarakat. Jembatan Bailey itu memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, serta kapasitas beban maksimal 18 ton.
“Jembatan ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum serta siap mendukung pemulihan akses transportasi utama antarwilayah,” kata Aam.
Selain itu, sejumlah jembatan Bailey di Aceh juga hampir rampung. Di antaranya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bandar Khelipah dan Permata di Kabupaten Bener Meriah dengan progres pembangunan mencapai 75 persen.
Sementara itu, pemasangan jembatan Bailey di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, masih dalam proses. Adapun untuk Dusun Uning, Desa Pining, Kabupaten Gayo Lues, pemerintah saat ini tengah melakukan pembersihan akses jalan sebelum pemasangan jembatan dilakukan.
Pemasangan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur pada awal 2026. Upaya tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan mobilitas warga sekaligus mendorong kembali roda perekonomian di wilayah terdampak bencana.
(Awaludin)