Insiden tersebut telah memicu seruan untuk menyelidiki penyebab runtuhnya tempat pembuangan sampah tersebut, serta peninjauan kembali sistem pengelolaan sampah negara.
Otoritas lingkungan telah memerintahkan Prime Integrated Waste Solutions, Inc., operator tempat pembuangan sampah tersebut, untuk menangguhkan aktivitasnya di lokasi tersebut.
Perusahaan tersebut harus "menyerahkan rencana kepatuhan dalam waktu 90 hari", kata Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam setempat dalam sebuah pernyataan pada Senin.
Departemen tersebut juga mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap penyebab runtuhnya tempat pembuangan sampah tersebut dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Para anggota parlemen telah menyerukan peninjauan terhadap sistem pengelolaan sampah negara dan kondisi kerja para pekerja sampah.