“Memunculkan multiplex world order di mana beragam panggung kepentingan, aktor dominan, dan aturan main berjalan beriringan, serta kerja sama yang kian transaksional.”
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bersikap pasif. Politik luar negeri bebas aktif tetap dijalankan demi memperkuat ketahanan nasional.
Untuk itu, Menlu menekankan pentingnya sinergi antara diplomasi dan pertahanan, terutama di tengah meningkatnya risiko salah persepsi antarnegara. Indonesia disebut memilih membangun ketahanan melalui dialog, kepastian, dan pencegahan, bukan unjuk kekuatan.
“Bagi Indonesia, ketahanan tidak dibangun dengan unjuk kekuatan, tetapi melalui kepastian, pencegahan, dan membuka ruang-ruang dialog.”
(Rahman Asmardika)