Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lagi, Crane Roboh di Thailand Tewaskan 2 Orang

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |19:47 WIB
Lagi, Crane Roboh di Thailand Tewaskan 2 Orang
Crane roboh di Thailand (Foto: BBC)
A
A
A

BANGKOK – Insiden crane konstruksi roboh kembali terjadi di Thailand menewaskan dua orang. Crane jatuh di jalan raya pinggiran kota Bangkok.

Crane roboh itu sedang digunakan untuk proyek pembangunan jalan tol di Samut Sakhon. Rekaman video menunjukkan momen mengerikan saat alat berat tersebut menghantam jalan raya, menghancurkan beberapa mobil, dan menimbulkan awan debu serta puing-puing yang berserakan.

Kejadian ini terjadi menyusul tragedi pada 14 Januari 2026 di Provinsi Nakhon Ratchasima, di mana sebuah crane jatuh menimpa kereta api yang sedang melaju dan menyebabkan 32 orang tewas dan lebih dari 60 orang luka-luka.

Kedua proyek tersebut dikerjakan perusahaan konstruksi yang sama, Italian-Thai Development, salah satu kontraktor terbesar di Thailand.

Dalam pernyataan resminya kepada Bursa Efek Thailand pada Kamis (15/1/2026), sore, pihak perusahaan menyampaikan "belasungkawa yang mendalam" kepada para korban dan keluarga. Perusahaan menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas kompensasi dan sedang mulai mengukur total kerugian.

"Pihak perusahaan akan meninjau dan meningkatkan langkah-langkah keselamatan agar lebih menyeluruh dan ketat di masa mendatang," tulis pernyataan tersebut melansir BBC.

Rentetan tragedi ini mempertegas buruknya catatan keselamatan konstruksi di Thailand, yang sebagian besar disebabkan lemahnya penegakan regulasi. Dalam tujuh tahun terakhir, sekitar 150 orang tewas dalam berbagai kecelakaan di proyek perbaikan jalan jalur Bangkok menuju selatan.

Lokasi kecelakaan pada Kamis ini bahkan dijuluki sebagai "Jalan Kematian" oleh media setempat karena seringnya terjadi kecelakaan fatal di jalur tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan akan menindak keras segala bentuk kelalaian. Ia telah menginstruksikan Kementerian Perhubungan untuk membatalkan kontrak dengan Italian-Thai Development. Bahkan, memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist).

Selain itu, bakal melanjutkan proses hukum pidana terhadap perusahaan tersebut. "Ini adalah hal yang mengejutkan publik dan menyebabkan risiko masif terhadap aset serta keselamatan masyarakat," ujar PM Anutin. 

Selain pemerintah, Otoritas Kereta Api Thailand juga telah menyatakan akan menuntut perusahaan tersebut.

Insiden semacam ini bukan pertama kalinya dialami Italian-Thai Development. Tahun lalu, presiden perusahaan beserta sejumlah desainer dan insinyur didakwa atas kelalaian profesional setelah sebuah gedung pencakar langit di Bangkok yang mereka bangun runtuh saat terjadi gempa bumi—padahal bangunan lain di sekitarnya tidak mengalami kerusakan.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement