JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Bea Cukai mengungkap pabrik narkotika jenis etomidate, narkotika berbentuk cairan yang dikemas dalam cartridge vape. Dalam pengungkapan di sebuah apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, polisi menangkap dua warga negara asing (WNA).
Kedua WNA berinisial MK dan TKG berperan sebagai pembawa barang dari Malaysia. Seorang lainnya, pengendali jaringan berinisial A, masih berada di luar negeri dan menjadi buruan BNN.
Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Aldrin Hutabarat, mengungkapkan kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap seorang penumpang yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Kuala Lumpur.
“Kurang lebih satu minggu, tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan terhadap seseorang yang diduga membawa sebuah koper dan ransel. Tepatnya pada Kamis, 15 Januari 2026, kami ikuti dari Bandara Soetta,” kata Aldrin kepada awak media, Jumat (16/1/2026).
Petugas kemudian mengikuti pergerakan tersangka hingga ke sebuah apartemen di kawasan Sudirman. Di lokasi itu, BNN menemukan ribuan cartridge vape yang belum terisi serta cairan yang diduga mengandung etomidate.
“Dari koper ini kita temukan cartridge untuk dimasukkan ke vape elektrik. Itu sebanyak enam bungkus plastik, masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali enam, sudah ada 3.000 cartridge,” ujar Aldrin.
Selain itu, petugas juga menemukan cairan etomidate dengan volume hampir lima liter yang disimpan di area dapur apartemen. Cairan tersebut rencananya akan disuntikkan ke dalam vape dengan takaran tertentu.
“Rencananya, kurang lebih 1,5 sampai 2 mililiter akan diinjeksi ke sini,” ucap Aldrin.
Dari hasil perhitungan BNN, jika seluruh cartridge berhasil diedarkan, nilai transaksi sangat besar.
“Nah, kalau kita hitung di pasaran, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, informasi yang kami dapat, satu vape diisi satu cartridge harganya bisa kisaran Rp4 juta sampai Rp6 juta,” tuturnya.
“Kita bikin Rp6 juta. Rp6 juta dikali 3.000, berapa kawan-kawan? Rp18 miliar,” ujarnya menambahkan.
(Rahman Asmardika)