Sementara itu, Bidokkes Polda Sulawesi Selatan turut mendirikan Posko Antemortem guna mendukung proses identifikasi korban dalam peristiwa dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesian Air Transport.
Posko antemortem tersebut didirikan di Kantor Bidokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Kota Makassar, pada Sabtu malam. Selain itu, Bidokkes Polda Sulsel juga mengerahkan tiga tim Disaster Victim Identification (DVI) yang terdiri dari 12 personel.
Ketiga tim DVI diberangkatkan menggunakan tiga kendaraan menuju Posko SAR Gabungan di Kabupaten Maros. Diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 11 penumpang, tiga di antaranya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.
(Awaludin)