Angka-angka tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen, demikian diwartakan Associated Press.
Jumlah korban tewas melebihi jumlah korban tewas dalam aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir, dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi selama revolusi 1979 yang melahirkan Republik Islam. Meskipun tidak ada protes selama beberapa hari, ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat secara signifikan seiring dengan munculnya informasi secara bertahap dari negara yang memberlakukan penutupan internet oleh pemerintah sejak 8 Januari.
Hampir 26.500 orang juga telah ditangkap, menurut HRANA. Komentar dari para pejabat telah menimbulkan kekhawatiran bahwa beberapa dari mereka yang ditahan akan dieksekusi di Iran, salah satu negara dengan jumlah eksekusi massal tertinggi di dunia.
(Rahman Asmardika)