Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Nilai Kemandirian Alutsista RI Bukan Lagi Sekadar Wacana

Awaludin , Jurnalis-Minggu, 25 Januari 2026 |16:56 WIB
Pengamat Nilai Kemandirian Alutsista RI Bukan Lagi Sekadar Wacana
Alutsista TNI (Foto Okezone)
A
A
A

Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian, kebutuhan senjata ringan standar diprioritaskan dari produksi dalam negeri selama memenuhi spesifikasi teknis. Dampaknya, pengadaan pistol dan senapan serbu bagi prajurit TNI-Polri tidak lagi bergantung pada impor.

Kemandirian juga terlihat pada sektor amunisi. Untuk munisi kaliber kecil 5,56 mm, 7,62 mm, dan 9 mm, Pindad terus meningkatkan kapasitas produksi. Pada 2020, kapasitas produksi mencapai 400 juta butir per tahun, melonjak dari 225 juta butir pada tahun sebelumnya.

“Untuk suku cadang, kita sekarang jauh lebih mandiri. Pesawat, kapal, dan tank banyak yang komponen dalamnya sudah diproduksi industri lokal dan UMKM mitra DEFEND ID. Kita tidak mau lagi alat rusak tapi harus menunggu komponen kecil dari luar negeri berbulan-bulan,” katanya.

Modernisasi fasilitas produksi terus dilakukan dengan target kapasitas mencapai 600 juta butir per tahun. Selain memenuhi kebutuhan TNI-Polri, langkah ini juga diharapkan menekan harga satuan amunisi.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement