"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun ia menegaskan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni menyatukan.
Dengan tetap memegang amanah keluarga serta keyakinannya terhadap visi Presiden Prabowo Subianto, Mahardhika menempatkan dirinya sebagai figur yang ingin menghadirkan wajah politik yang lebih sejuk dan matang.
(Fahmi Firdaus )