Australia tetap menjadi tujuan utama bagi pencari suaka Tiongkok, meskipun jumlah permohonan menurun dari puncaknya baru-baru ini. Data UNHCR menunjukkan bahwa 10.436 warga negara Tiongkok mencari suaka di Australia pada tahun 2025, turun dari angka tertinggi dalam dua tahun sebelumnya.
Penurunan ini tidak serta merta menandakan pembalikan tren yang lebih luas. Sebaliknya, hal ini mencerminkan pergeseran rute migrasi, kebijakan perbatasan dan visa yang berkembang, serta penyesuaian pasca-pandemi yang mendistribusikan kembali arus suaka.
Data UNHCR menunjukkan bahwa permohonan suaka warga China pada tahun 2025 tersebar di puluhan negara. Banyak negara di Asia, Afrika, dan sebagian Eropa Timur hanya mencatat angka satu digit, menggarisbawahi distribusi permohonan yang tidak merata.
Penyebaran ini mempersulit upaya membingkai permohonan suaka warga Tiongkok sebagai produk faktor terisolasi atau spesifik negara. Sebaliknya, data menunjukkan serangkaian tekanan domestik yang mendorong warga negara mencari perlindungan di mana pun jalur yang layak tersedia.