"Alhamdulillah ya dari Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya sekarang jadi 24 kelas. Dan tidak ada lagi yang masuk siang, sudah pagi semua karena rombel kelasnya memenuhi," ucapnya.
Fasilitas lain seperti laboratorium, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta lapangan juga turut direvitalisasi. "Dulu lapangan kecil, posisinya tidak jelas juga, gak rata. Jadi sekarang untuk ukuran lapangannya luas. Bisa dimanfaatkan futsal, voli, basket, lebih besar lagi luasnya," katanya.
Ade berharap di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan pembangunan serupa terus dilakukan di sekolah lain di Tangsel agar proses belajar semakin nyaman.
"Pendidikan itu jadi prioritas di setiap kota, dengan kelas yang nyaman, bangunan yang nyaman itu anak-anak jadi senang ke sekolah. Tidak ada lagi masuk siang, karena itu kasian. Anak-anak lebih ekstra sebab waktunya istirahat jadi harus belajar," pungkasnya.
(Arief Setyadi )