JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Perkembangan terkini menunjukkan tren penurunan debit air di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan beberapa titik genangan telah surut. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi dan berangsur menurun.
Secara rinci, di Kecamatan Boja kondisi air telah surut. Di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Desa Kedungsuren dan Desa Darupono masih terdapat genangan setinggi 10–20 sentimeter, namun dilaporkan mulai surut.
Di Kecamatan Ngampel, Desa Rejosari terpantau tergenang dengan ketinggian air 10–80 sentimeter dan mulai berangsur surut. Desa Ngampel Kulon masih tergenang 10–80 sentimeter, sedangkan Desa Ngampel Wetan 30–100 sentimeter. Desa Sudipayung mencatat genangan 10–20 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Brangsong, Desa Tunggulsari dengan ketinggian air 30–50 sentimeter dan Desa Kertomulyo 10–50 sentimeter juga dilaporkan mulai berangsur surut.
Aam, sapaan Abdul Muhari, menjelaskan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (10/2/2026) pukul 19.00 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada empat kecamatan dan 11 desa.
“Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah mengalami genangan,” ungkap Aam, Kamis (12/2/2026).
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan, kaji cepat, serta koordinasi dengan aparat setempat sesuai standar operasional prosedur kebencanaan. Masyarakat di wilayah yang masih tergenang diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air apabila terjadi hujan susulan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, memastikan kondisi atap dan struktur rumah dalam keadaan aman, menjauhi aliran sungai saat debit meningkat, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi tanda-tanda kenaikan muka air atau potensi longsor.
“Pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.
(Awaludin)