Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Aflatun Muchtar menekankan pentingnya dakwah yang menyejukkan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami mendorong dakwah yang sejuk, menyejukkan, dan tidak provokatif sebagai bagian dari upaya menjaga ukhuwah dan persatuan umat. Perbedaan pandangan keagamaan adalah keniscayaan, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik horizontal yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas,” katanya.
Ia menegaskan, sinergi ulama dan umara menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan wilayah. “Sinergi antara ulama dan umara, khususnya bersama kepolisian, menjadi fondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan damai,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumsel, H. Rahmatullah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus berkolaborasi menjaga ketertiban masyarakat.
“LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui delapan klaster pengabdian, termasuk dakwah, pendidikan, wawasan kebangsaan, pembinaan generasi muda, serta literasi media sosial,” ujarnya.
“Kami siap berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat serta membangun narasi dakwah yang kondusif dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.