Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR Minta RI Bersama OKI Cegah Konflik AS-Israel dan Iran Meluas

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |19:05 WIB
DPR Minta RI Bersama OKI Cegah Konflik AS-Israel dan Iran Meluas
DPR (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang membombardir Iran merupakan serangan serius dan mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung. Ia menilai, Indonesia dan negara di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) perlu mencegah konflik AS-Iran.

"Ini serangan serius dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang berlangsung," ujar Sukamta, Sabtu (28/2/2026).

Legislator dari Fraksi PKS ini memperkirakan sejumlah kemungkinan dampak serangan AS ke Iran. Menurutnya, Iran berpotensi membalas serangan rudal AS.

"Bisa diduga Iran akan membalas, tapi bentuk dan intensitasnya belum jelas. Balasan bisa berupa serangan misil, drone, atau operasi proxy melawan kepentingan Israel dan sekutunya," ujar Sukamta.

Kendati demikian, Sukamta menilai perlu diwaspadai potensi meluasnya konflik. Ia memperkirakan, konflik bisa berkembang menjadi perang regional.

"Yang perlu diwaspadai, kemungkinan eskalasi lebih luas. Konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional jika negara lain (baik sekutu Iran maupun sekutu Israel) terlibat secara langsung," ucap Sukamta.

"Dan itu pasti akan berdampak pada ekonomi global karena setiap ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada pasar energi dunia, investor global, dan jalur perdagangan," imbuhnya.

Sukamta menilai Indonesia bersama OKI perlu mencegah meluasnya konflik. Ia juga mengimbau seluruh pihak menahan diri, terkhusus Israel.

"RI bersama OKI perlu mencegah terjadinya eskalasi supaya tidak menjadikan ini konflik lebih luas. Sebaiknya semua pihak menahan diri, Israel perlu menghentikan agresivitasnya," tegas Sukamta.

Sekadar informasi, AS-Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, Sabtu 28 Februari. Kepulan asap terlihat membubung di pusat kota tersebut.

Media Iran melaporkan, serangan pertama menargetkan lokasi di kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Seorang pejabat AS mengatakan serangan terhadap Iran merupakan operasi militer gabungan AS dengan Israel.

Militer Israel menyatakan keadaan darurat dan meminta warga untuk segera menuju tempat perlindungan. Serangan tersebut dilakukan Israel sesuai kebijakan bahwa Iran merupakan ancaman bagi keamanan Israel.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement