JAKARTA - Israel mengklaim telah menjatuhkan lebih dari 1.200 bom di Iran dalam satu hari, saat serangan gabungan bersama Amerika Serikat (AS).
Di antara lokasi yang diserang di Iran adalah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di Iran selatan. Melansir Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), setidaknya 148 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan "puluhan anak-anak tak berdosa" dibunuh dalam serangan terhadap sekolah tersebut, yang "tidak akan dibiarkan begitu saja".
Kantor berita IRNA milik pemerintah Iran melaporkan suara “ledakan dahsyat” yang disebabkan serangan rudal dan udara di Teheran di daerah sekitar persimpangan Seyyed Khandan dan Qasr serta Lapangan Vanak dan Jalan Motahari.
Militer Israel sebelumnya mengumumkan mereka telah melakukan serangan udara besar-besaran di “jantung ibu kota”.
Suara ledakan besar terus terdengar di seluruh ibu kota selama satu jam terakhir. Sirene ambulans juga terdengar di jalan-jalan Teheran.
Laporan awal menyebutkan fasilitas militer menjadi sasaran, tetapi hal ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Tidak seperti perang 12 hari pada Juni 2025, belum ada informasi yang dirilis tentang lokasi pasti dan tempat-tempat yang menjadi sasaran, kecuali beberapa laporan awal dan unggahan media sosial.
Namun di seluruh Teheran, terdapat lokasi-lokasi yang mengeluarkan asap tebal.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa tentara "melakukan serangan intensif yang menargetkan situs-situs milik rezim Iran".
"Kami akan mengatur jembatan udara berkelanjutan untuk melakukan serangan dahsyat terhadap target di Teheran," tulisnya di X.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.