Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Posisi Indonesia di Tengah Bara Perang: Menjadi Jembatan di Tengah Badai

Opini , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |15:25 WIB
Posisi Indonesia di Tengah Bara Perang: Menjadi Jembatan di Tengah Badai
Ustadz Bachtiar Nasir (foto: dok ist)
A
A
A

3. Konsolidasi Umat: Hindari Fitnah Sektarian

Momentum ini menuntut kedewasaan umat. Ulama dan tokoh bangsa perlu merapatkan barisan. Peristiwa besar di Timur Tengah kerap memicu perdebatan teologis dan politik yang panas, terutama di media sosial.

Saya menyerukan kepada seluruh umat agar menahan diri dari fitnah dan provokasi. Fokus pada kemanusiaan, bukan pada perpecahan internal. Saudara-saudara kita di Iran, Palestina, dan Lebanon berada dalam situasi yang genting. Jangan sampai kita terpecah oleh narasi sektarian yang justru melemahkan solidaritas.

Peristiwa besar di awal Maret 2026 ini menjadi pengingat betapa rapuhnya kekuasaan manusia. Jika sebuah kekuatan besar dapat diguncang dalam waktu singkat, maka tidak ada alasan bagi bangsa mana pun untuk merasa kebal terhadap krisis.

Indonesia harus memperkuat kedaulatan internal agar mampu menjadi “rumah pendamai” bagi dunia Islam dan komunitas global. Jangan biarkan infiltrasi asing—baik melalui pemikiran maupun kepentingan politik—memecah persatuan bangsa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi Indonesia dan memberi kebijaksanaan kepada para pemimpinnya dalam mengambil keputusan di masa-masa sulit ini.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement