Menurutnya, penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan membuka akses terhadap informasi dan pengetahuan yang lebih luas. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis agar setiap informasi yang diperoleh dapat disaring, dianalisis, dan dimanfaatkan secara tepat.
"Critical thinking (berpikir kritis) tetap harus dinomorsatukan, berpikir komputasional juga harus dinomorsatukan," ujarnya.
Gibran menegaskan, kemajuan teknologi, termasuk AI, merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Kehadirannya perlu dipandang sebagai instrumen strategis yang mendukung aktivitas manusia di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik.
Karena itu, pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak, beretika, dan sesuai fungsinya. Adaptasi yang tepat dari guru dan orang tua diharapkan mampu memastikan generasi muda tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi.
Gibran kembali menegaskan urgensi peningkatan kapasitas diri bagi para pendidik.
"Sekali lagi saya titip, ibu guru, bapak guru ini tidak boleh ketinggalan. Dan jangan malu untuk me-upgrade diri," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.