Warga di dekat kedutaan menggambarkan mendengar ledakan tersebut.
Seorang remaja berusia 16 tahun yang hanya diidentifikasi sebagai Edvard mengatakan kepada TV2 bahwa ia sedang menonton televisi ketika mendengar ledakan itu.
“Ibu saya dan saya awalnya mengira itu berasal dari rumah kami, jadi kami melihat-lihat sebentar, tetapi kemudian kami melihat lampu berkedip di luar jendela dan banyak polisi,” katanya.
“Ada anjing polisi, drone, polisi dengan senjata otomatis, dan helikopter di udara,” tambahnya.
Sementara itu, sekelompok tiga teman mengatakan kepada TV2 bahwa mereka sedang menunggu taksi di dekat kedutaan ketika ledakan terjadi.