Kedelapan, dampak politik di Iran setelah wafatnya Ali Khamenei adalah Iran membentuk Dewan Kepemimpinan sementara dengan anggotanya Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung dan Para Ulama senior. Mereka bertugas memilih pemimpin tertinggi baru dengan Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai kandidat kuat. Dalam skala konflik, perang ini tidak hanya Iran vs Israel, karena tampak Iran didukung Rusia dan Milisi Hezbollah, sedangkan Israel didukung Amerika Serikat dan beberapa negara Teluk meski banyak juga yang tidak mau terlibat langsung. Beberapa skenario yang diprediksi analis militer adalah "Regime change" di Iran dengan tujuan melemahkan IRGC. Jika Hezbollah masuk penuh maka bisa memicu Perang Lebanon, Perang Teluk dan bahkan Perang nuklir taktis. Dampak globalnya berkonsekuensi langsung harga minyak melonjak karena Jalur perdagangan Teluk terganggu dan risiko perang dunia meningkat.
Kesimpulannya, strategis pembunuhan Ali Khamenei merupakan "Decapitation strike" terbesar terhadap Iran dengan Operasi gabungan intelijen CIA–Mossad yang merupakan bagian dari strategi melemahkan kepemimpinan Iran. Prediksi saya tindakan ini bisa memperpanjang perang dan memicu konflik Timur Tengah lebih luas. Perang ini selain menggunakan Human Intelligence (HUMINT) juga Mossad merekrut ilmuwan nuklir Iran, pejabat militer dan kontraktor fasilitas nuklir dengan metode uang, kompromi pribadi, tekanan politik. Penggunaan Cyber intelligence dan cyber warfare untuk mengakses sistem komunikasi, mengintercept data militer dan memetakan fasilitas rahasia (contoh Virus Stuxnet). Juga digunakan Drone surveillance atau Drone stealth yang digunakan untuk pemetaan target, pattern-of-life analysis dan konfirmasi kehadiran target.
Saya juga menengarai ada sabotase internal karena operasi Mossad di Iran sebelumnya termasuk penyelundupan bahan peledak, sabotase fasilitas militer dan pencurian arsip nuklir Iran (seperti 2018 saat Mossad berhasil mencuri arsip nuklir Iran dari gudang rahasia di Teheran). At last but not Least, dampak global yang akan terjadi dengan konflik ini memicu krisis energi karena Selat Hormuz adalah jalur sekitar 20% minyak dunia termasuk ke Indonesia. Andai kata Bahlil Lahadalia benar cadangan BBM hanya tinggal 20 hari lagi, maka saat Lebaran besok (justru momen mudik) akan terjadi Krisis Energi tanah air. Maka Pemerintah harus smart dan sigap dalam bersikap, jangan hanya omon-omon ...
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.