Pekan lalu, Israel menyerang markas Majelis di Qom, tetapi serangan itu gagal menggagalkan pemilihan pemimpin baru. Ali Larijani, pejabat keamanan tertinggi Iran, mengatakan penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa AS dan Israel gagal menggunakan kematian Ali Khamenei untuk menabur kekacauan di negara itu.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sama-sama menyebut perubahan rezim sebagai salah satu tujuan perang mereka.
Trump menuntut "penyerahan tanpa syarat" dan mengatakan pemimpin tertinggi Iran berikutnya tidak akan "bertahan lama" kecuali Teheran tunduk pada tuntutannya. Namun, para pejabat dan militer Iran bersumpah untuk melanjutkan perlawanan mereka.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.