Menurutnya, jika perang ini berlanjut maka dapat membahayakan posisi politik Donald Trump sebagai Presiden AS. Selain tertekan oleh biaya perang, situasi ini juga dinilai bisa berdampak pada posisinya menjelang pemilu sela yang berpotensi dimanfaatkan Partai Demokrat untuk meraih kemenangan.
"Karena memang dia sedang tertekan. Biaya perang itu bukan main. Kalau kemudian perang ini terus berlanjut, bukan mustahil tekanan terhadap Donald Trump akan makin meningkat," ucapnya.
"Nanti kan bulan November ada pemilu sela, dan bukan mustahil calon-calon dari Partai Demokrat bisa memenangi pemilu sela tersebut," sambungnya.
Ikrar menilai, ketika AS dan Israel memulai agresi militer lebih dulu, keduanya tidak menduga bahwa serangan balasan Iran akan jauh lebih kuat dari yang mereka perkirakan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.