JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai menyebut Indonesia di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya sudah masuk kanker stadium 3. Menurutnya, jaminan masyarakat untuk mendapatkan hak dasar dalam kesejahteraan masih bermasalah.
"Ini fakta bahwa kita udah kanker stadium 3 di bidang sipol (sosial politik) maupun ekonomi, sosial," tegas Natalius dalam acara bertajuk Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM, Rabu (11/3/2026).
Pigai mengatakan, hal ini terbukti dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 yang baru menyentuh skor 75,02. Nilai itu menurutnya terbilang rendah karena berada pada posisi ke-6 di kawasan negara Asean.
"Ini persaingan dengan negara Asean, biasa aja kita peringkat 6 kok, enggak usah kita bohong. Pak Prabowo di Brasil menyampaikan kemiskinan di Indonesia tertinggi di negara saya, jujur. Jujur tidak menyakitkan, jujur tidak membawa maut. Kita ngomong jujur aja," ungkap dia.
Karena itulah, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menempatkan Asta Cita pertama untuk menjamin hak asasi manusia Indonesia. Hal ini juga yang direalisasikan melalui Kementerian HAM.
"Karena itu Prabowo membentuk Kementerian HAM karena melihat kementerian HAM, siapa tahu, barangkali, mudah-mudahan, insya Allah bisa membantu melakukan pembangunan hak asasi manusia bidang sipil dan politik serta ekonomi, sosial, budaya," sambung Pigai.
Selain itu, Pigai juga menyebut pemerintahan kepemimpinan Prabowo Subianto menghadirkan sejumlah kebijakan populis untuk memberikan hak asasi manusia kepada rakyatnya.
"Karena melihat kondisi bangsa di bidang ekonomi, sosial, budaya yang paling parah, stadium 3, maka Prabowo hadirkan makan bergizi gratis, koperasi desa, gerai KDKMP, kemudian sekolah gratis, cek kesehatan gratis, dan berbagai kebijakan populis," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.