Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jual Amunisi Rp250 Ribu per Butir ke KKB, 5 Orang Ditangkap Satgas Damai Cartenz

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |14:45 WIB
Jual Amunisi Rp250 Ribu per Butir ke KKB, 5 Orang Ditangkap Satgas Damai Cartenz
Pemasok amunisi ke KKB ditangkap (Foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap lima orang yang diduga menjadi simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi, kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya aparat untuk memutus rantai distribusi logistik dan amunisi kepada kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan intelijen, tim terlebih dahulu mengamankan dua orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jalur logistik kelompok Aibon Kogoya, yakni PW alias PM dan PNW, pada Selasa (10/3/2026).

Selanjutnya, aparat kembali menangkap dua orang lainnya berinisial YW (28) dan LW (29) saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam. Keduanya diduga hendak mengantarkan bahan makanan kepada kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya.

"Dari hasil penyelidikan terhadap keduanya, PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi yang berbeda," ujar Yusuf, Jumat (12/3/2026).

Setelah diamankan, para pelaku langsung dibawa ke Polres Nabire untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Selain itu, petugas juga menyita sepeda motor Honda Verza warna hitam yang digunakan saat melintas di lokasi serta sebuah pisau bermotif kayu.

Tim turut menyita sejumlah barang bukti dari tangan YW dan LW, antara lain beberapa unit telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, serta berbagai perlengkapan pribadi seperti noken, senter kepala, powerbank, dan baterai.

 

Tak hanya pemasok logistik, aparat juga mengamankan seorang pria berinisial D alias LA yang diduga berperan sebagai penghubung dalam distribusi amunisi kepada kelompok Aibon Kogoya. Ia ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 19.55 WIT di sebuah tempat hiburan di Nabire.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir. Transaksi tersebut dilakukan melalui perantara seorang pria berinisial H yang diduga menyediakan amunisi,” jelas Yusuf.

Ia menegaskan, seluruh tindakan yang dilakukan aparat telah melalui prosedur hukum yang berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi berbagai informasi tidak benar yang beredar di masyarakat.

“Kami dari Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan berbagai berita hoaks yang beredar, seolah-olah aparat mengamankan lima orang di Nabire tanpa dasar administrasi dan surat perintah yang jelas,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, kelima orang tersebut telah lama menjadi bagian dari pemantauan aparat melalui proses penyelidikan yang mendalam.

“Kelima orang ini telah kami pantau sejak lama, bukan tiba-tiba dilakukan penangkapan. Berdasarkan jaringan intelijen yang kami peroleh, baik melalui Humint maupun Sigint, akhirnya kami menyimpulkan adanya keterlibatan mereka. Proses ini juga telah melalui tahapan pemeriksaan dan penyidikan secara intensif,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui penegakan hukum yang profesional dan terukur.

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna memastikan jaringan yang terlibat dapat diungkap secara menyeluruh,” ujar Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menambahkan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari strategi aparat untuk memutus rantai pasokan logistik dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata.

“Pendalaman masih terus dilakukan terhadap kelima orang tersebut guna mengetahui peran masing-masing serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” ujarnya.

Saat ini, kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Nabire. Aparat memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, serta kepastian hukum.

Satgas Operasi Damai Cartenz juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Melalui langkah penegakan hukum yang terukur, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua secara profesional dan berkelanjutan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement