Ia menjelaskan, lonjakan penumpang sudah terjadi sejak H-7, dengan peningkatan hingga 86 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, kondisi berbeda terjadi di terminal lain di Jakarta yang justru mengalami penurunan jumlah penumpang.
“Dibandingkan arus mudik tahun lalu, Terminal Kampung Rambutan mengalami peningkatan. Contohnya pada H-7 yang mencapai 86 persen. Namun secara keseluruhan, terminal lain di Jakarta justru mengalami penurunan sekitar 15–16 persen hingga 16 Maret,” jelasnya.
Penurunan tersebut, kata dia, tidak lepas dari program Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakni “Mudik di Jakarta”. Program ini memberikan berbagai fasilitas bagi warga yang tidak mudik.
“Ada insentif pajak bagi pusat kegiatan di Jakarta sehingga mereka bisa memberikan diskon hingga 70 bahkan 80 persen selama masa angkutan Lebaran. Harapannya, masyarakat yang tidak mudik tetap bisa menikmati momen Lebaran di Jakarta,” ujarnya.
Syafrin juga menambahkan, pengamanan dilakukan bersama TNI-Polri di berbagai titik, termasuk terminal, pelabuhan, dan lokasi wisata.
“Kami menempatkan 2.082 petugas mulai H-7, 13 Maret, hingga 30 Maret. Petugas tersebar di tujuh terminal, pelabuhan seperti Muara Angke, serta 7–12 lokasi wisata di Jakarta,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.