Selain lumpur, tantangan besar juga berasal dari sedimentasi sungai yang cukup parah. Tito menyebut normalisasi sungai membutuhkan waktu panjang.
“Sungai ini yang paling berat. Paling cepat dua tahun, bisa sampai tiga tahun atau lebih. Jumlahnya juga banyak, ada 79 sungai yang ditangani pemerintah pusat dan 43 oleh daerah,” jelasnya.
Ia menyoroti sejumlah sungai besar seperti Sungai Tamiang dan Sungai Merdu yang dipenuhi sedimen dan berpotensi meluap saat hujan.
“Kalau tidak dibersihkan, saat hujan akan mudah meluap dan menyebabkan banjir,” ungkap Tito.
Selain itu, tumpukan kayu akibat banjir juga menjadi persoalan serius karena menghambat proses pembersihan dan aktivitas warga.
“Tumpukan kayu banyak ditemukan di beberapa wilayah. Sebagian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat seperti pembangunan hunian sementara maupun tetap,” tambahnya.