Ia menyebutkan, pekan ini merupakan masa yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tengah area operasi. UNIFIL berharap para korban yang terdampak ledakan itu bisa segera pulih.
"Ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya," ujarnya.
UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian. Ini termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka.
Sementara itu, National Information Officer, Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Siska Widyawati, menyatakan pihaknya telah mengonfirmasi kewarganegaraan prajurit yang terluka. Ia membenarkan penjaga perdamaian yang menjadi korban dalam insiden ledakan tersebut merupakan prajurit TNI.
"Ya, penjaga perdamaian berkebangsaan Indonesia," ucap Siska.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.