Masih dalam suratnya, Andrie menyebut perluasan peran militer dalam kehidupan sipil berpotensi melahirkan kekerasan serta menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa teror penyiraman air keras bukan hanya serangan terhadap dirinya secara pribadi.
"Teror ini ditujukan untuk menciptakan politik ketakutan terhadap gerakan masyarakat yang melawan penindasan dan menolak militerisme. Karena itu, saya meminta dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen yang melibatkan berbagai unsur," katanya.
Sementara itu, Sukidi menambahkan, bahwa Andrie berharap TGPF independen mampu menelusuri tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga aktor intelektual di balik peristiwa tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban hukum melalui peradilan umum.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.