Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mahasiswa Dirikan Tenda Demokrasi di Komnas HAM

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |19:28 WIB
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mahasiswa Dirikan Tenda Demokrasi di Komnas HAM
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mahasiswa Dirikan Tenda Demokrasi di Komnas HAM
A
A
A

JAKARTA - Aliansi mahasiswa mendukung penuh pengusutan kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus dengan mendirikan tenda di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Aliansi Kolektif Merpati mengatakan aksi bertajuk 'Tenda untuk Andrie, Tandu untuk Demokrasi' sebagai bentuk ketidakjelasan penanganan kasus Andrie Yunus oleh Puspom TNI meskipun telah berjalan selama satu bulan.

"Tenda untuk Andrie merupakan simbol para pembela HAM harus mendapatkan perlindungan yang nyata, baik dari negara maupun solidaritas masyarakat sipil," ujar Humas Kolektif Merpati, Dendy.

Dendy mengatakan 'Tandu untuk Demokrasi' juga menjadi isyarat bahwa kondisi demokrasi saat ini tengah sekarat. Pasalnya nyawa aktivis dapat menjadi taruhan dalam pertarungan kepentingan elite politik, dan yang terus menjadi korban adalah rakyat.

Sampai saat ini kata dia, pengusutan kasus tersebut masih belum mengungkap aktor intelektual dan rantai komando di balik serangan ini.

"Situasi ini menunjukkan adanya konflik kepentingan yang serius dan mengancam prinsip akuntabilitas. Kami melihat bahwa kasus Andrie Yunus dan proses penanganannya menandakan krisis demokrasi yang sedang berlangsung," imbuhnya.

Oleh karenanya, kata dia, Kolektif Merpati mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta Independen yang melibatkan unsur masyarakat sipil guna memastikan transparansi pengungkapan kasus Andrie Yunus.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement