Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Istana Pastikan Belum Ada Keputusan Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL 

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |16:48 WIB
Istana Pastikan Belum Ada Keputusan Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL 
Istana Pastikan Belum Ada Keputusan Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL  (Danandaya)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah belum memutuskan apapun soal penarikan pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Adapun desakan ini muncul setelah 3 prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian gugur di Lebanon. 

"Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan belum ya," ucap Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebutkan, setelah insiden gugurnya tiga prajurit TNI, pemerintah terus berkoordinasi lintas kementerian. Insiden itu ia sebut juga menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah.

Ia meminta publik untuk menunggu keputusan resmi nantinya terkait penarikan prajurit TNI. 

"Tapi, dengan adanya kejadian yang kemarin, tentu kami pemerintah terus melakukan koordinasi dipimpin oleh Bapak Menlu melakukan evaluasi. Nanti kita tunggu perkembangannya," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut pemerintah Indonesia perlu menarik pasukan perdamaian di Lebanon lantaran saat ini sudah dalam kondisi perang. 

"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dave juga menyinggung langkah pemerintahan Italia yang sudah menyampaikan akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon. Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.

"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personelnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut. Nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," ujarnya.

Ia menilai, langkah penarikan pasukan itu dibutuhkan untuk menjaga keselamatan prajurit Indonesia. "Dari PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," tuturnya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement