Laporan dari Letters From Leo menyebut pertemuan yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, Elbridge Colby, menjadi tegang ketika seorang pejabat AS mengingatkan Pierre tentang Avignon Papacy atau Kepausan Avignon, yang sejak lama dianggap sebagai salah satu era paling memalukan dalam sejarah Vatikan.
Pada abad ke-14, Raja Prancis mampu menegakkan kendali langsung atas Takhta Suci dan menggunakan pengawal militernya untuk membawa Paus ke Avignon. Menurut Hale, beberapa perwakilan Vatikan melihat hal ini sebagai ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap Takhta Suci.
Colby dan rekan-rekannya diduga mengatakan kepada Kardinal Pierre: “AS memiliki kekuatan militer untuk melakukan apa pun yang diinginkannya di dunia. Gereja Katolik sebaiknya memihak AS.”
Insiden yang belum dapat dikonfirmasi ini diduga berkontribusi pada kegagalan rencana kunjungan Paus ke Amerika Serikat dalam rangka perayaan ulang tahun ke-250 negara tersebut.
Laporan ini menimbulkan reaksi keras terhadap AS, terutama dari umat Katolik. Wakil Presiden AS JD Vance segera didesak untuk memberikan tanggapan selama kunjungannya ke Hongaria pekan ini. Namun, Vance yang memiliki citra sebagai Katolik taat tidak memberikan jawaban meyakinkan. Ia sempat menyangkal mengetahui Kardinal Pierre, lalu menarik pernyataannya dengan mengatakan pernah bertemu Pierre tetapi tidak mengetahui laporan pertemuan di Pentagon.