Selain itu, muncul dugaan keterlibatan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), yang disebut memberi ruang bagi anggotanya untuk membudidayakan ganja. Salah satu juru bicara kelompok tersebut, Sebby Sambom, disebut pernah menyampaikan pernyataan yang memperbolehkan penanaman ganja.
Kondisi ini dinilai menjadi ironi. Di saat masyarakat, khususnya para orang tua di Papua, berupaya melindungi anak-anak dari bahaya narkoba, justru muncul pihak yang memperluas ancaman tersebut.
“Narkoba adalah paradoks dalam pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegasnya.
Di tengah beratnya medan dan tantangan operasi, prajurit TNI disebut tetap berada di garis depan, tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Dari Papua, semangat perang melawan narkoba harus bergema ke seluruh penjuru negeri. Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.