SUMUT - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) kembali dilaporkan ke polisi terkait dugaan penistaan agama. Kali ini, laporan dilayangkan Aliansi Masyarakat Sipil Sumatera Utara ke Polda Sumatera Utara.
Pernyataan JK yang diduga menistakan agama berasal dari ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026 yang membahas konflik Ambon dan Poso terkait Muslim dan Kristen. Adapun laporan ke polisi dilakukan pada Selasa, 14 April 2026.
Perwakilan aliansi, Bishop Dikson Panjaitan, menegaskan tak ada dalam ajaran agama Kristen membunuh. Hal tersebut justru bertentangan dengan ajaran di Alkitab yang mengajarkan cinta kasih.
"Pernyataan Pak Jusuf Kalla ini sungguh menistakan karena sudah menyangkut kepada substansi daripada kitab suci itu sendiri. Karena ajaran Kristen itu khas dengan ajaran cinta kasih. Justru yang lebih kontras, Kristen itu diajarkan untuk mengasihi musuh, kasihilah musuhmu," kata Bishop dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4/2026).
Ketua Sinode Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI), Bishop Dikson Panjaitan, menilai pernyataan JK melukai umat Kristen. Ia menegaskan umat Kristen tidak memusuhi umat Muslim.
"Apalagi beliau (Jusuf Kalla) mengatakan Kristen membunuh Islam, padahal Islam bukan musuh. Sampai sekarang, jujur bahwa orang Kristen itu pada umumnya tidak pernah menganggap Islam itu musuh. Walaupun mungkin ada sebagian yang menganggap itu, jadi hal tersebut sangat melukai perasaan umat Kristen di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia saja," tuturnya.
Bishop mengungkapkan laporan yang dilayangkan aliansi tidak ada kaitannya dengan pihak mana pun, termasuk pihak-pihak lain yang juga melaporkan JK. Ini murni dorongan sendiri atas dugaan penistaan yang dilakukan JK dan diharapkan dapat mencegah sikap intoleransi di Tanah Air. Untuk mengawal kasus ini, aliansi juga akan menggelar aksi damai.
"Tidak ada kaitannya ataupun langkah kita mendukung organisasi tertentu atau berkaitan dengan itu. Yang kita laporkan murni adalah satu dorongan dari kita sendiri. Namun, kita bersyukur karena ada kawan kita mendukung dari aliansi masyarakat sipil Sumut. Sehingga kami bisa satu hati, sepakat, ramai untuk membahas ini dan diambil satu kesimpulan bahwa saya sebagai pelapor," ujarnya.
Adapun petikan ceramah JK yang dipersoalkan yakni: "Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung, kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti."
JK sebelumnya juga dilaporkan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan ke SPKT Polda Metro Jaya, pada Minggu, 12 April 2026. Mereka juga mengecam pernyataan JK karena tak sesuai dengan ajaran Kristen.
"Agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," kata Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, Minggu, 12 April 2026.
Pihaknya juga mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat.
Sementara itu, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan laporan tersebut berpeluang menjadi upaya pembungkaman terhadap JK yang belakangan menyarankan supaya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik di publik.
“Memang menarik mencermati fenomena munculnya serangan sosmed terhadap Pak JK pasca pelaporan terkait kasus ijazah Jokowi. Apakah serangan bertubi-tubi itu upaya untuk membungkam Pak JK, bisa saja benar,” kata Husain, Rabu 15 April 2026.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.