JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menanggapi laporan bocah tewas tertembak di Kampung Jigiunggi, Puncak, Papua Tengah. TNI memastikan tidak ada aktivitas prajurit di kampung itu saat peristiwa anak itu ditemukan tewas.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna menjelaskan laporan tewasnya seorang anak di Kampung Jigiunggi diterima dari Kepala Kampung, Venius Walia. TNI kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
"TNI menegaskan bahwa tidak ada aktivitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut," ujar Wirya Sabtu (18/4/2026).
Sementara itu, pada hari yang sama, TNI melakukan operasi di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua. Operasi dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.
Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melakukan patroli dan pengecekan hingga terjadi kontak tembak dengan OPM. Dalam peristiwa itu, empat orang dari kelompok bersenjata tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Wirya menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan karena terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda. "Peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan," tegasnya.
Oleh karena itu, klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar. TNI, kata dia, berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan transparan.
"TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.