JAKARTA – Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai alat pengusaha untuk “menghabisi dirinya”.
Ia mengklaim sering mengatasi permasalahan yang dialami buruh sejak menjabat sebagai Wamenaker.
Hal itu disampaikan di sela-sela persidangan lanjutan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3, Kamis (23/4/2026), di Pengadilan Tipikor Jakarta.
"Habis saya dihabisi oleh, ya kita lihatlah, pengusaha-pengusaha langsung resisten terhadap saya. Nah, KPK menjadi alat pengusaha untuk menghabisi saya," kata Noel.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah permasalahan yang dialami buruh, seperti penahanan ijazah, waktu magang yang tidak jelas, hingga praktik outsourcing. Atas hal itu, pihaknya mengeluarkan beberapa surat edaran (SE) sebagai upaya pemerintah mengatasi permasalahan tersebut.
"Dua minggu ada surat, SE dua yang saya keluarkan ya, melalui Pak Menteri. Pertama, melarang praktik penahanan ijazah. Kedua, melarang syarat pencari kerja dibatasi oleh umur, tidak boleh. Jadi basisnya skill dan kemauan bekerja," ujarnya.
Atas hal itu, ia menilai banyak perusahaan yang tidak senang dengannya sehingga berujung pada penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.
"Nah, inilah makanya waktu saya datang itu banyak dibenci oleh pengusaha," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.