JAKARTA - Great Institute menyambut baik penunjukan Moh Jumhur Hidayat, sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, pada Senin 27 April 2026.
Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menyebut kehadiran Jumhur di kabinet bukan hanya merepresentasikan kalangan buruh, tetapi juga sosok aktivis yang konsisten berada di jalur perjuangan.
"Ini adalah perjuangan panjang seorang aktivis, keluar-masuk penjara hingga akhirnya menjadi menteri," kata Syahganda, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, Syahganda mengaku sempat merasa galau karena perjuangan buruh justru menghasilkan posisi di sektor lingkungan hidup. Namun ia menilai, peran tersebut justru strategis karena berkaitan dengan upaya melawan kekuatan oligarki yang merusak lingkungan.
"Ini bukan sekadar jabatan, tapi sebuah medan perjuangan baru. Jumhur akan bertarung melawan oligarki," tegasnya.
Menurutnya, Prabowo sengaja memilih representasi dari kalangan aktivis dan buruh untuk menghadapi tantangan tersebut.
"Jumhur adalah avant-garde dalam melawan oligarki," tambah Syahganda, seraya mengajak para aktivis untuk terus memberikan dukungan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, mengakui tugas yang diembannya tidak ringan, terutama dalam menegakkan etika lingkungan di tengah kebutuhan investasi dan pembangunan.
"Ini tidak seperti kementerian lain yang fokus pada pembangunan fisik dan lebih mudah diterima masyarakat. Tugas kami adalah menjaga etika dari dampak pembangunan itu sendiri," ujar Jumhur.
Ia menegaskan, komitmennya untuk menjalankan tugas tersebut, sebagaimana perjuangannya selama menjadi aktivis. Jumhur juga berharap dukungan dari para aktivis, buruh, serta masyarakat luas dalam menegakkan prinsip etika lingkungan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.