Di bidang logam dan mineral, proyek ini mencakup industri baja, besi, emas, dan tembaga. Di bidang material konstruksi, telah direncanakan pengembangan fasilitas produksi Aspal Buton. Sementara di bidang agroindustri terdapat pengelolaan sawit, pala, dan kelapa.
Groundbreaking ini melanjutkan program hilirisasi nasional tahap pertama yang telah diresmikan pada Februari 2026 lalu. Percepatan program hilirisasi merupakan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan ketahanan energi dan sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional.
“Saya terima kasih kepada semua pihak yang menyiapkan. Ini adalah usaha besar. Negara mana yang membuka hilirisasi? Sudah (membuka) 26 titik dan kita (Indonesia) mungkin tambah lagi 6 titik. Tahun ini mungkin kita mulai 30 hingga 40 titik (hilirisasi),” ucap Prabowo.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.