Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

RSUD Kota Bekasi Rujuk Dua Korban Kecelakaan Kereta ke Faskes Kelas A

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |18:10 WIB
RSUD Kota Bekasi Rujuk Dua Korban Kecelakaan Kereta ke Faskes Kelas A
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, Sudirman (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, merujuk dua korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur ke fasilitas kesehatan (faskes) Kelas A pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini dilakukan agar korban mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

“Nah, kemarin ada dua yang dirujuk, itu yang sudah bisa saya sampaikan. Mereka perlu pemantauan lebih ketat dan membutuhkan sarana yang lebih canggih,” kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman, saat ditemui, Kamis (30/4/2026).

Sudirman menegaskan, keputusan merujuk korban ke faskes Kelas A bukan karena adanya penurunan kondisi kesehatan. Ia menjelaskan, langkah tersebut semata-mata untuk memberikan perawatan yang lebih optimal.

“Sebetulnya tidak ada penurunan kondisi. Kita hanya mencari fasilitas yang lebih memadai,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyaknya jumlah korban membuat fokus tenaga medis terbagi. Karena itu, pihak RSUD berkoordinasi dengan PT KAI agar perawatan korban bisa lebih intensif di rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.

“Karena kemarin korban cukup banyak, dokter spesialis juga fokusnya terbagi. Jadi kami berkoordinasi dengan PT KAI supaya perawatannya lebih intens. Misalnya di Primaya yang merupakan rumah sakit tipe A, sementara kami masih tipe B. Dari sisi sarana prasarana tentu lebih memadai di sana,” jelasnya.

 

Sementara itu, sebanyak 17 korban kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL masih menjalani perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026). Jumlah ini berkurang lima pasien dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 22 orang.

Sudirman juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan operasi terhadap tiga korban, meski tidak merinci jenis operasi secara detail.

“Hari ini ada tiga yang dioperasi. Tadi ada yang tendon, di jari, itu tidak terlalu vital. Kemudian dua lainnya saya kurang hafal, datanya masih di ruangan,” tuturnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement