Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bertolak ke India, Menlu Sugiono Bakal Hadiri Pertemuan Menlu BRICS

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |17:47 WIB
Bertolak ke India, Menlu Sugiono Bakal Hadiri Pertemuan Menlu BRICS
Menlu RI Sugiono (Foto: Binti M/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dijadwalkan bertolak ke India untuk menghadiri pertemuan Menlu negara-negara BRICS di New Delhi pada 14–15 Mei 2026. Forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis global serta penguatan kerja sama antarnegara anggota BRICS.

“BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital,” kata Sugiono di Kemlu Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Selain kerja sama ekonomi dan pembangunan, situasi Timur Tengah juga dipastikan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam forum tersebut. Ia menyebutkan, hal terpenting saat ini adalah mengimplementasikan berbagai rencana kerja sama yang telah disusun dalam forum BRICS.

Sementara itu, Juru Bicara I Kemenlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan agenda pertemuan akan terbagi dalam beberapa sesi pembahasan utama. Pada hari pertama, para menteri akan membahas isu global dan kawasan. Selanjutnya, pembahasan akan berfokus pada penguatan ketahanan dan inovasi antarnegara anggota. Adapun pada 15 Mei 2026, agenda pertemuan akan membahas isu tata kelola global atau global governance.

“Pak Menlu secara garis besar nanti akan menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS,” ujar Yvonne.

Ia menambahkan, Indonesia juga akan mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian serta menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional.

“Nanti ada pembahasan terkait isu global dan kawasan, kemudian penguatan resilience dan innovation, lalu tanggal 15 membahas global governance,” ujarnya.

Yvonne mengungkapkan, terdapat sejumlah permintaan pertemuan bilateral dengan Menlu Sugiono dari beberapa negara peserta BRICS. Namun, jadwal pertemuan masih disesuaikan mengingat agenda forum yang cukup padat.

“Bilateral tetap dijadwalkan, tapi masih kami pastikan karena agendanya sangat padat. Ada juga pertemuan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia memandang BRICS sebagai forum penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement