Maka itu, terang Terdakwa I, saat melakukan penyiraman, dia juga tidak merencanakan sasaran bagian tubuh mana yang alam disiram saat bertemu Andrie Yunus. Dia hanya menyiramnya sejajar dengan arah kendaraan dia melewati Andrie Yunus saja yang kebetulan ada pada bagian badannya.
"Apakah sebelumnya sudah direncanakan nanti ketika saya menyiram sasarannya ini, ditentukan sasaran itu? Pada saat itu arahnya ke badan karena kebetulan sejajar?" tanya penasihat.
"Siap, tidak. Siap, betul," papar Tedakwa I.
"Saat menyiram kok bisa kena terdakwa juga? Nah pada saat itu tiba-tiba merasa panas atau jeda baru merasakan panas dan gatal?" tanya penasihat.
"Karena lawan kencang dan angin kencang sehingga memantul pada saat itu. Siap, merasakan pada saat itu juga, kena mata, buram," kata Terdakwa I.
Sama halnya Terdakwa I, Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi juga mengaku tidak pernah mendapatkan pelatihan operasi intelijen ataupun operasi khusus sebagaimana Terdakwa I.
"Siap, tidak," kata Terdakwa II.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.