JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status Level II (Waspada).
“Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 15 Mei 2026 pukul 08:00 WIT, terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 90.23 detik. Kolom erupsi yang diamati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 3.400 meter di atas puncak," ungkap Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Jumat (15/5/2026).
Lana mengatakan, gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami erupsi dengan ketinggian kolom mencapai 10.000 meter di atas puncak pada tanggal 8 Mei 2026.
Sementara, perluasan radius bahaya erupsi Gunung Dukono menjadi 4 km dari pusat aktivitas dalam Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) terhitung tanggal 11 Desember 2024 pukul 15:00 WIT (Siaran Pers nomor 111/KM.05/BGL/2024).
"Perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono sejak tanggal 9 Mei 2026 hingga saat ini (tanggal 15 Mei 2026) masih didominasi oleh aktivitas erupsi yang terekam rata-rata 46 kejadian erupsi dengan ketinggian kolom erupsi berkisar antara 600 hingga 4.300 meter," kata Lana.
Sementara itu, Lana juga mengungkapkan, bahwa arah sebaran abu condong ke arah barat laut, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Galela berisiko terdampak hujan abu vulkanik. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.
"PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung," imbaunya.
Lana pun mengingatkan selain ancaman primer berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan. Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.
“Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.