Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 16 Mei: Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah hingga Pasukan PETA Dieksekusi Jepang

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 16 Mei 2026 |06:10 WIB
Peristiwa 16 Mei: Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah hingga Pasukan PETA Dieksekusi Jepang
Sultan Ottoman ke-36, Mehmed VI atau Mehmed Vahdettin (Foto: dok Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 16 Mei. Mulai dari wafatnya sultan terakhir Kesultanan Utsmaniyah hingga eksekusi mati anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA) oleh Jepang.

Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 16 Mei yang dihimpun dari berbagai sumber:

1926 - Wafatnya Sultan Terakhir Kesultanan Utsmaniyah

Sultan Ottoman ke-36, Mehmed VI atau Mehmed Vahdettin, merupakan penguasa terakhir Kesultanan Utsmaniyah. Ia lahir di Istana Dolmabahçe, Konstantinopel, dan mulai memerintah sejak 4 Juli 1918 hingga 1 November 1922 menggantikan saudaranya, Mehmed V.

Setelah Perang Dunia I, sebuah pemerintahan baru bernama Majelis Agung Nasional Turki dibentuk pada 23 April 1920 di Angora, yang kini dikenal sebagai Ankara.

Pemerintahan baru tersebut mengecam kepemimpinan Mehmed VI, dan komando Suleyman Sefik Pasha yang memimpin pasukan Kuva-i Inzibtiyye dalam perang saudara di wilayah kekaisaran.

Majelis Agung Nasional Turki kemudian menghapus sistem kesultanan pada 1 November 1922. Mehmed VI diasingkan dari Konstantinopel dan meninggalkan wilayah itu menggunakan kapal perang Inggris HMS Malaya menuju Malta pada 17 November 1922.

Setelah itu, Mehmed tinggal di Riviera, Italia. Sementara sepupu sekaligus pewarisnya, Abdul Mejid Efendi, diangkat menjadi khalifah dengan gelar Abdul Mejid II pada 19 November 1922 sebelum sistem khilafah resmi dihapus pada 1924.

Mehmed VI meninggal dunia pada 16 Mei 1926 di Sanremo, Italia. Jenazahnya dimakamkan di Masjid Tekkiye Sultan Suleiman di Damaskus, Suriah.

 

1945 - Pasukan PETA Dihukum Mati Jepang

Pada 16 Mei 1945, anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA), Muradi, bersama sejumlah rekannya dieksekusi mati di Pantai Ancol oleh Kenpeitai atau polisi militer Tentara Kekaisaran Jepang.

Mereka dihukum karena dianggap melakukan pemberontakan terhadap Jepang, meskipun sebelumnya Jepang membentuk PETA untuk membantu menghadapi pasukan Sekutu pada masa Perang Dunia II.

Pemberontakan tersebut akhirnya berhasil digagalkan oleh Jepang. Delapan orang dijatuhi hukuman mati, sementara lainnya dipenjara dengan masa hukuman mulai dari tiga tahun hingga seumur hidup.

1975 - India Menganeksasi Sikkim

Pada 16 Mei 1975, India resmi menganeksasi Sikkim setelah wilayah pegunungan tersebut menggelar referendum.

Hasil referendum menunjukkan mayoritas warga mendukung integrasi Sikkim ke dalam wilayah India.

Sikkim merupakan negara bagian kecil di India yang berada di kawasan Pegunungan Himalaya. Wilayah itu berbatasan dengan Nepal di sebelah barat dan Daerah Otonomi Tibet, China, di bagian utara dan timur.

Dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa, Sikkim menjadi salah satu negara bagian dengan populasi paling sedikit di India serta wilayah terkecil kedua setelah Goa.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement