Tantangan itu semakin berat karena Asia merupakan kawasan paling kompetitif dalam dunia taekwondo.
Dalam berbagai kesempatan, Richard Tampubolon mengakui tantangan besar tersebut. Saat membuka Rakernas PBTI 2025, ia menegaskan bahwa taekwondo Indonesia masih menghadapi persoalan konsistensi prestasi internasional dan optimalisasi pelatnas.
“Kita masih menghadapi tantangan, seperti konsistensi prestasi atlet di tingkat internasional dan optimalisasi pelatnas. Rakernas 2025 adalah momentum untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun strategi terukur,” ujar Richard.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penanda dimulainya gagasan besar “Road to Olympic” menuju Los Angeles 2028.
Sebuah misi yang bukan sekadar mengejar tiket kualifikasi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri taekwondo Indonesia untuk bersaing di level tertinggi.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.